Archive for November, 2007

Budaya Hidup Sehat


Mari kita galakkan Budaya merokok

Merokok kayaknya tidak sebahaya narkoba atau pil psikotrofika karena itu diberdayakan dimasyarakat, oleh pemerintah kita. Dulu budaya merokok milik suku indian sekarang mah jadi milik budaya modern, kayaknya kalau tidak merokok kagak gaul dan tidak terlihat kejantanannya dan berubah sekarang mah banyak juga kaum hawa juga ikut mereguk nikmatnya merokok biar terlihat nakal dan jantan dengan berbagai alasan seperti dilegalkan iklan rokok untuk mensponsori olahraga, devisa negara tertinggi non-BBM, penyedia tenaga kerja terbanyak selain penyumbang kerusakan ozon setelah rumah kaca, penyebab penyakit dan kanker no satu di dunia dan peningkatan budaya membakar uang seperti film-film horor mandarin.

Kita tegas terhadap narkotika tapi tidak peduli terhadap budaya merokok, walau dalam setiap iklan rokok ada implik-implik ancaman bahwa merokok bisa menyebabkan kanker, impotensi dan sebagainya. Ceuk si akang, nu paeh justru nu tara ngarokok?

Situs Quran Flash

Subhanalloh, Gak ada alasan lagi untuk kita yang bekerja di depan komputer, untuk terlupa membaca Al Quran, dan tidak menjadikannya sebagai pedoman hidup ini

Bob Marley & Lauryn Hill - Turn Your Lights Down Low

[Bob Marley] (Lauryn – Uh) Turn your lights down low And-a pull your window curtain Oh let Jah moon come shining in Into our life again Saying ooh, it's been a long, long time (Lauryn - Long, long time) I kept this message for you, girl But it seem I was never on time still I wanna get through to you, girl? On time, on time (Lauryn - What) I want to give you some love I want to give you some good, good loving (Lauryn - Mm, mm mm) Oh I, oh I, oh I (Lauryn - Yeah) I want to give you some good, good loving (Lauryn – Mm) [Lauryn Hill] Turn your lights down low (Word, word word) Never ever try to resist, oh no (No, no, no) Oh let your love come shining in (No, no, no) Into our lives again (No, no, no) Saying: ooh, I love you (I love you, I love you) And I want you to know right now (Know right now) Ooh I love you (Uh uh, yeah, uh uh) And I want you to know right now (Mm) That I (No, no, no) That I (No, no, no) I wanna give you some love (Mm, uh, yeah, u...

Ada apa dengan PERSIB
Kaget pisan aya naon di tubuh PERSIB laletoy pisan basa maen terakhir injury time malah bobol, apa memang tidak semangat karena para bobotoh dihukum tidak boleh nonton lagi setelah terjadinya kerusuhan, sing dewasa para bobotoh. Coba buntutnya kang Juri dipecat dan diganti oleh mantan pemain persib 80-an robbi Darwis dan kawan-kawan. Kalau bisa mah benahi lagi semangat juangnya dan saya sebagai bobotoh di Bekasi tetap mendukung sepenuhnya kalau ada sedikit kejenuhan dalam bermain wajar dan seharusnya pak Dada Rosada jangan cepat memutuskan melepas atau mengganti pelatih.

Sebab turun naiklah namanya bola yang penting ada perubahan dan kayaknya perlu digembos deui semangatnya biar PERSIB bisa lolos ke final. Apa salahnya kalau ada pelatih dalam negeri yang baik kita gunakan dan lagian jauh lebih hemat biaya dan hemat bahasa. Sanes kitu bobotoh Bekasi.

Ayat Ayat Cinta Movie Gallery

SYNOPSIS : Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah. Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Girgis. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi...

Incubus - I miss You

lagu nya asik banget didengerin malam malam.... sambil ngebayangin kekasih nunjauh disana ;D To see you when I wake up Is a gift I didn't think could be real. To know that you feel the same as I do Is a three-fold, Utopian dream. You did something to me that I can't explain. So would I be out of line if I said "I miss you"? I see your picture. I smell your skin on The empty pillow next to mine. You have only been gone ten days, But already I'm wasting away. I know I'll see you again Whether far or soon. But I need you to know that I care, And I miss


Malaysia aya wae :" Reog diaku budaya sendiri "

Lagi-lagi kontroversi dari negara yang kayaknya sudah tidak layak lagi menjadi tetangga yang baik dan terlihat beberapa kejadian, mulai dari penganeksasian pulau kita (Sipadan dan ligitan, terakhir pulau Ambalat juga pengen diembat juga), perlakuan tidak manusiawi terhadap para pekerja kita, pemukulan sewenang-wenang ketua tim wasit saat ada musyawarah KL dan lagi-lagi jiwa Inggerisnya keluar dengan claim yang tidak beradab terhadap budaya kita seperti terhadap musik angklung (Khas sunda) dan terakhir claim terhadap Reog Ponorogo yang jelas menyulut kebencian betapa negeri mini terlihat tambah arogan saja. Kata teman si Aa mah : "Ganti aja jangan malaysia, Malingsia!"

Menurut teman-teman sikap khas kolonialis ini memang nampak biasa seperti dengan merasakan kemakmuran yang luar biasa sehingga dengan tingkat ekonomi yang cukup tinggi dengan luas negara yang kecil bila dibanding dengan indonesia, hal lain dimotivasi oleh rasa takut berlebihan terhadap dominasi para pendatang dari Indonesia yang semakin lama semakin banyak mungkin suatu waktu jadi permasalahan rasial dengan sebutan pendatang haram yang terus tidak bisa dibendung, secara ekonomi sebenarnya sangat membantu untuk menanggulangi kebutuhan pekerja kasar di Malaysia yang tidak bisa diberikan kepada orang asli mereka yang sudah mulai baik hidupnya.

Dominasi pekerja ini secara perlahan berubah setelah generasi kedua orang Indonesia yang perlahan lebih baik, pendidikan dan pemahamannya jauh lebih baik bahkan plus pernikahan dengan masyarakat setempat jelas akan berpengaruh terhadap akulturasi dan suatu waktu sulit diketahui mana penduduk asli mereka karena orang indonesia sudah mulai masuk level pekerjaan yang jauh lebih baik dari orang tua mereka yang sebelumnya hanya buruh kasar dan pedagang kecil saja.

jelas ini sangat mengancam keorisinilan negeri yang merasa paling hebat, tapi kita harus menanggapi permasalahan ini dengan hati dan kedewasaan, tapi pemerintah jangan diam saja dan bisa membuat geram masyarakat kita Perlu ada langkah diplomatik yang konkret oleh pemerintah Republik Indonesia (RI), untuk menindak lanjuti kasus demo massa warok (seniman reog) terhadap Malaysia. Sehingga ada penegasan yuridis terhadap sikap Malaysia yang tidak mengklaim reog sebagai keseniannya.

Di sisi lain, secara internal, masyarakat dan bangsa Indonesia harus lebih mencintai dan 'nguri-uri' (melestarikan) kesenian tradisionalnya. Sebelum kemudian berkembang kasus kesenian bangsa Indonesia mati di negeri sendiri, tapi ironisnya kemudian diklaim oleh negara manca karena seni tradisinya itu dikembangtumbuhkan di luar negeri.

Pendapat ini, Jumat (30/11), dikemukakan oleh budayawan Jawa, Pranoto, menanggapi keberhasilan aksi demo massa warok ke Kedubes Malaysia, menyangkut protes soal klaim reog oleh negeri Jiran.

Pranoto, budayawan pemegang anugerah bintang budaya yang juga abdi dalem Keraton Surakarta bergelar Kanjeng Raden Ario (KRA) Prodjodiningrat ini, mengatakan, pemerintah RI harus segera merespon masalah ini, untuk menindaklanjuti melalui jalur diplomatik antarnegara.

''Langkah ini, sekaligus akan menunjukkan betapa pemerintah RI juga ikut melindungi eksistensi potensi kesenian tradisional rakyatnya yang tumbuh di Nusantara,'' katanya.

Tak ada artinya massa warok demo, manakala pemerintah RI malah menutup mata. Ketua Pagyuban Reog Indonesia (KRI) H Begug Poernomosidi, menyatakan, bersamaan aksi demo massa warok ke Kedubes Malaysia itu, pihaknya telah pula mendesak Menteri Pariwisata dan Menteri Luar Negeri, untuk atas nama pemerintah RI, segera melakukan kontak dan menindaklanjuti kasus klaim reog ini, ke negara Malaysia.

Begug yang menyandang predikat sebagai ketua warok Indonesia bergelar Kanjeng Pangeran (KP)Candra Kusuma Ki Ageng Andana Warih, menyatakan lega ketika Dubes Malaysia untuk Indonesia, Dato Zainal Abidin Zain, menegaskan kalau kerajaan Malaysia tidak mengklaim reog sebagai keseniannya.

Meski kesenian asal Ponorogo Jatim itu, sejak 150 tahun lalu dinyatakan telah tumbuh dan eksis di Johor dan Selangor Malaysia.

Menyikapi ini, Begug, menyatakan, keberadaan reog di Malaysia itu bisa jadi telah ada sejak lama, mengingat Malaysia dulunya menjadi wilayah kerajaan Majapahit. Persoalannya sekarang, boleh saja reog tetap eksis dan dikembangkan di negeri Jiran, asal tidak kemudian diklaim sebagai kesenian tradisional Malaysia.

Sebagaimana warga Tionghoa yang ada di Indonesia mengembangkan Liong Barongsai, tanpa harus mengklaim kesenian asal daratan China itu sebagai kesenian Indonesia. Tegas dong pak Menlu?

Next Page »