Archive for January, 2008

Blog Juga Hasil Karya Cipta; Menurut Anda Gimana?

Di tengah-tengan akrabnya budaya ngeblog di pelbagai masyarakat Indonesia sekaligus ikut pula mengejar target 1 juta blogget di tahun 2008

Ayo ngeBlog! melalui penampilan baru juga tak mau ketinggalan dengan menyuarakan slogan ‘Ayo Capai 1 Juta Blogger di 2008′ muncul gejala tak lazim dikalangan para Blogger.

Betapak tidak, budaya copy-paste menjadi pemandangan wajar saat memperbarui blognya. Tak lain guna mengejar kampanye tersebut. Atau memang hanya iseng-iseng semata supaya terkesan rajin mengupdate rumahnya. Mengerikan memang?

Namun, apa mau dikata tradisi ini sudah kadung mendarah daging di seluruh rakyat Indonesia ini. (more…)

Kitab (14)

Cheng Ho, Pejuang Risalah Islam Yang Terkubur
Oleh Ibn Ghifarie

Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Chin [Cina]. (peribahasa)

RASANYA tak berlebihan bila petuah di atas mengingatkan kita untuk tetap berusaha mencari ilmu pengetahuan, sekalipun jauhnya ke negara Cina. Menuntut ilmu merupakan satu kewajiban bagi umat Islam (hadis).

Kehadiran Hari Raya Imlek layak pula kita jadikan momentum evaluasi secara bersama, mulai dari nilai dinamika keberagamaan (antar, intra) kita, sampai sistem pemerintah. Membicarakan perayaan masyarakat Tionghoa, khususnya di Indonesia, sesungguhnya tak bisa dilepaskan dari sosok pejuang-gigih risalah Tuhan—yang mulai kita lupakan.

Adalah Laksamana Cheng Ho atau lebih dikenal dengan sederetan nama Cheng Ho, Hanyu Pinyin, Zhèng Hé (Wade-Giles), atau Haji Mahmud Sam Po Kong (1371 - 1435). Cheng Ho merupakan seorang kasim Muslim, pelaut sekaligus penjelajah Cina terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara 1405-1433, saat kaisar Tiongkok Yongle (berkuasa tahun 1403-1424) sebagai kaisar ketiga dari Dinasti Ming.

Ia berasal dari Provinsi Yunnan, bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, tapi beragama Islam. Kala pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan dijadikan orang kasim. Kali pertama Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikah dengan Raja Malaka (Sultan Mansur Shah).

Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande pada 1426-1435) ke beberapa daerah dan negara di Asia dan Afrika, di antaranya Vietnam, Taiwan, Malaka/bagian dari Malaysia, Sumatra/bagian dari Indonesia, Jawa/bagian dari Indonesia, Sri Lanka, India bagian Selatan, Persia, Teluk Persia, Arab, Laut Merah, ke utara hingga Mesir, Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik (www.wirahma.com).

Dalam khazanah keislaman, kehadiran Cheng Ho di Indonesia telah memunculkan wacana baru studi keislaman Indonesia. Cheng Ho berperan besar dalam pergolakan politik kerajaan-kerajaan di Jawa. Setidaknya, Cheng Ho berperan dalam membangun kerajaan Islam Demak pada tahun 1475, serta memiliki andil besar dalam keruntuhan Majapahit.

Selama ini yang kita kenal kehadiran Islam di Indonesia biasanya dikaitkan dengan dua teori besar yakni teori Arab dan India. Literatur "padang sahara" mengatakan Islam masuk Indonesia langsung dari tanah Arab, tepatnya Hadramaut. Kali pertama teori ini dipopulerkan oleh Crawford--diikuti oleh sejarawan Indonesia seperti Mukti Ali dan Buya Hamka. Sementara teori India (Gujarat) dipopulerkan oleh Snouck Hurgronje (atau Abdul Ghofur).

Prof. Dr. Abdul Jamil, Rektor IAIN Walisongo Semarang dalam Perayaan Festival Cheng Ho (2005) menuturkan, Cheng Ho berperan dalam proses panjang islamisasi di Nusantara, sekaligus persahabatan antarbangsa dan kerukunan masyarakat. Menariknya lagi, misi misi utama pelayaran Cheng Ho adalah menjalin persahabatan. Jika ada aspek dakwah, hal itu harus dilihat dalam perspektif makro, tidak seperti model dakwahnya para Wali Songo yang menghasilkan banyak konversi agama. Oleh karena itu, jika ada nuansa Islam dalam melaksanakan misi kenegaraan itu, pada hakikatnya merupakan hasil samping karena tanggung jawab seorang Muslim untuk berdakwah meski hanya satu ayat.

Pendeknya, kalau memakai istilah sekarang, dakwah yang dijalankan oleh Cheng Ho adalah model dakwah bil hal, dakwah dengan contoh perilaku, karena yang dikembangkan merupakan inti untuk memperkuat kerukunan seperti juga yang menjadiinti ajaran agama Islam. (Republika, 5/8/2005)

Laksamana Cheng Ho meninggal pada 1435 dalam perjalanan pulang dari Afrika Timur ke Cina. Ia dimakamkan di Niushou, Nanking (Nanjing). Ia kemudian menjadi peletak dasar orang-orang Cina ikut "bermain" dalam pemerintahan di kerajaan-kerajaan Jawa. Cheng Ho dipercaya mengunjungi Majapahit pada 1406, setahun setelah pelayarannya dari Cina.

Di tengah keterpurukan bangsa dan maraknya konflik antarumat beragama, sebuah keharusan membumikan pesan-pesan luhur Sam Po Kong, saat tiba Hari Raya Imlek Cia Gwee Che It 1 Imlek 2259. Gong Xi Fa Cai ....!! (Ibn Ghifarie, mahasiswa Studi Agama-agama Fakultas Filsafat dan Teologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan pegiat Khazanah Tionghoa)***
Penulis:[PR Kampus, 31/01/08]

Desain Baru, Semangat Baru !

Alhamdulillah. Akhirnya kerja keras selama 2 minggu ini kelar juga. Sejak awal terbitnya blog ini, blog ini masih menggunakan template gratisan. Dan rasanya kurang begitu menarik. Lagipula sudah saatnya Ayo ngeBlog.com membutuhkan sebuah theme branding. Sehingga ketika orang ngebuka blog ini, ataupun ngeliat screenshot dari blog lain, udah tau kalau theme ini miliknya Ayo ngeBlog.

Sedikit cerita ya. Kira-kira dua minggu yang lalu ketika saya ngecek inbox email saya pake program Thunderbird, ada email dari Ilman yang isinya menyarankan kepada saya, mas rane, dan mas ibnu, untuk memberikan masukan untuk mengganti theme yang lama. Soalnya theme yang lama kurang mengakomodasi apa yang kita mau. Dan langsung aja aku ngambil tugas itu. Sekalian ngelatih insting desain..

Nyari Warna dan Format

Ini yang pertama kulakukan. Dan ini bagian yang tersulit. Setelah dua hari corat-coret dan nyari inspirasi (sambil baca koran sindo… hehehe), akhirnya ketemu warna yang pas dan format yang pas juga. Warna dominannya cream dan hijau. Trus formatnya 3 kolom. (more…)

Dangdut Lagi?

Setengah Sajadah

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

"Kok sajadahnya dilipat dua kek?", tanya seorang bocah berusia sekitar tiga tahunan kepada seorang kakek tua yang sebagian rambutnya sudah tidak lagi hitam, namun kini bersulam dalam dua warna.

Kakek tua itu hanya tersenyum dan menatap cucu lelakinya itu kemudian mempermainkan rambut pirangnya.

"Sudah, ayo ikuti kakek, kita sholat sunnat dulu!", ajaknya. Sesaat kemudian mereka berdua larut dalam penghambaannya, mempersembahkan kembali rukuk dan sujudnya pada Ia yang maha kuasa. Usai mereka salam, tak lama kemudian waktu berselang, iqomat berkumandang. Kami semua berdiri dan bersiap untuk melaksanakan sholat berjamaah. Shaf-shaf kini tertata rapi memanjang dari ujung kiri hingga ke kanan ruangan masjid itu. Kakek tua itu lalu membuka lipatan sajadahnya, untuk kemudian meletakkannya dengan arah memanjang, hingga kini terbagi menutupi dua bagian tempat sujud, baginya dan bagi seorang pemuda asing yang berada disampingnya. Bagian atas sajadah itu ia sengaja ia le...

Oracle di Win Vista

Seputar Blogger Anonim

A

Next Page »